Dulu kita selalu bersama-sama, menghabiskan waktu bersama. Kita selalu lupa waktu jika sedang bersama. Kadang itu yang membuat Ibuku tak suka denganmu karena dikira jika aku bersamamu aku jadi suka kelayapan dan lupa waktu. Tapi bagiku itu tak masalah buatku, aku selalu saja ingin terus bersamamu. Saat kita bersama, kau selalu berandai-andai tentang masa depan kita. Kamu selalu berkata ingin selalu bersamaku hingga kita tua nanti bahkan sampai akhir hayat menjemput kita. Kamu juga pernah bilang padaku bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku apapun yang akan terjadi sekalipun badai yang akan memisahkan kita tapi kamu akan tetap memegang erat tanganku. Asri, kamu selalu membuat hari-hari ku berwarna, kamu selalu menemaniku dikala kesepian datang kepadaku Aku bersyukur sekali bisa kenal denganmu. Suatu hari yang sangat cerah, aku dan Asri bersepeda ria pergi ke sebuah tempat yang sering sekali kita kunjungi. Tempatnya sejuk dan sangat rindang. Di rumput hijau yang rindang kita suka ria bercerita.
Detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan telah aku lalui bersama Asri. Suka duka telah kita rasakan bersama. Banyak sekali hal-hal yang telah dilalui bersama, mulai dari yang baik,sedih maupun yang tidak bisa diprediksi. Tapi tiba-tiba semuanya berubah, Aku bertanya-tanya Asri kemana dihubungi tidak bisa tiba-tiba “As kamu tega melakukan ini dan memilih dia daripada aku” Setelah melihat itu sedih rasanya. Tapi aku yakin mereka hanya memberikan hal yang tidak baik kepada Asri. Ah, mungkinkah aku sejahat itu menilai mereka? Aku yakin Valen tak sejahat itu padaku. Aku yakin Asri masih menganggapku sahabat. Yang berbeda hanyalah sekarang waktu Asri banya untuk mereka. Sejak saat itu aku merasa kehilangan sesosok yang sangat berarti dalam hidupku. Sosok yang selalu mewarnai hari-hariku.
Kini hariku kelabu tanpamu sosok seorang Asri . Kita jadi jarang bertemu bahkan bersapa saja sudah tidak pernah. Sejak saat itu juga, lama-lama kabar sudah tidak terjalin lagi. Bella berbicara tentang situasi ini “ Kamu benar-benar menghilang seperti ditelan bumi. Apakah badai membawamu pergi? Dimana janjimu, katamu kamu tak akan meninggalkanku? Aku sudah tak berdaya lagi, aku kehilangan kekuatanku untuk bertahan hidup. Aku tak tau harus bagaimana agar kamu kembali lagi seperti dulu yang selalu ada buat aku.
Dalam hal ini penyesalan terus teringat olehku sepanjang hidup. Hal ini menjadi pukulan keras bagiku karena sudah melalui ini sejak lama. Namun, hilang seperti tidak saling kenal karena satu momen yang membuat hilang itu semua secara tiba-tiba. Bella berbicara kembali “mungkin ini aka nada hikmahnya” “semoga suatu saat bisa menemukan sahabat kembali seperti dulu “meskipun begitu aku tidak akan pernah melupakan kamu Asri meskipun nanti aku akan bertemu dengan sahabat baru lagi