Tumbuhnya Secerca Mentari dari Pelosok Timur
Menggapai mimpi tidak salah
Mencapai mentari kebahagiaan perlu dilakukan
Demi terciptanya kesuksesan dimasa depan
Namun perlu adanya kebaikan
Kepada siapapun dan dimanapun
Dengan orang lain
Supaya saat kamu mendapatkan sebuah kesulitan akan
ada
orang yang membantu ditengah musibah yang kamu alami
saat itu
Mereka yang terlihat difoto ini kita diperlihatkan indahnya negeri ini, Sang Pencipta membuat keberagaman ditanah air yang dikatakan makmur .Namun, nyatanyaa banyak sekali yang mengalami kesusahan. Meskipun saya belum pernah ke tanah timur melihat berita ditanah mereka banyak yang kekurangan sandang pangan serta air bersih ikut merasakan kesedihan serta rasa empati terhadap situasi yang ada di pulau timur tersebut.Banyak yang memberikan berita bahwa didaerah sana banyak sekali perang antar suku setlah mengetahui dari salah satu narasumber yang pernah kedaerah sana bahwa mereka menyambut dengan baik,ramah serta saling sapa meskipun baru kenal.Saya berpikir bahwa suku apapun itu sekalipun semua tergantung dari kita sendiri selalu berbuat baik,bagaimana kita menghargai mereka dengan memberikan tegur sapa , berperilaku sopan kepada sesama, berempati kepada lingkungan sekitar. Mendengar cerita dari orang yang pernah kesana saya tersentuh untuk melihat secara langsung situasi di daerah timur.
Dari
gambar diatas salah satu relawan yang datang langsung di lokasi yang berada
didaerah timur.Perlu adanya sebuah perhatian lebih terhadap saudara kita yang
masih dilanda kekurangan.Bahkan yang saya ketahui dari beberapa narasumber yang
sudah pernah kesana mulai air bersih, makanan maupun pakaian disana dikatakan
kurang meskipun sudah ada bantuan dari pemerintah setempat. Didaerah timur juga
akses dari internet maupun sinyal buat telepon biasa dikatakan sulit bahkan
sedikit tempat yang terdapat sinyal dan memiliki sebuah alat buat komunikasi
dengan keluarga maupun saudara. Dalam pengetahuan di kepulauan timur cenderung
rendah dikarenakan salah satu factor yaitu dari fasilitas pendidikan yang
disediakan disekolah bahkan sekarang dikarenakan ada wabah Covid-19 yang berjalan menuju ke 2 tahun berada di bumi terutama
dinegara Indonesia saya melihatnya ikut prihatin serta merasa sedih dengan
melihat situasi di pelosok timur.
Penggambaran
diatas menunjukan meskipun berbeda suku,ras dan agama tetap tumbuhkan keakraban
serta keharmonisan antar masyarakat di negeri ini.Kasus yang sering timbul dan
pernah saya dengar yaitu pencemaran ras kulit hitam yang sering dialami oleh
masyarakat timur yang membuat masyarakat timur merasa tidak dihargai berada di
salah satu masyarakat yang ada di negeri ini.Dalam hal ini bisa menjadi salah
satu perpecahan dalam negeri ini jika masih ada meskipun sedikit kasus seperti
ini sehingga mengurangi rasa empati terhadap masyarakat timur yang masih dalam
keadaan sulit di daerahnya.
Dari
vidio diatas menunjukan akses jalan untuk aktivitas warga sekitar dangat
memprihatinkan.Kesulitan ini belum bisa teratasi dengan baik dengan masih
banyak jalan meskipun bukan jalan utama akan tetapi jika melalui jalan lain
akan lama sampai ke lokasi. Namun , tetap harus dilalui oleh masyarakat sekitar
supaya bisa memenuhi nafkah keluarga serta kebutuhan lain.Namun mereka masih
bisa semangat mencari rejeki tanpa kelihatan sekalipun kelihatan capek dan
mengeluh terhadap kondisi yang mereka hadapi sekarang.
Berikut
salah satu mata pencaharian yang ditekuni oleh masyarakat di pelosok
timur.Mereka senantiasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga supaya
keluarga bisa terpenuhi sandang,pangan maupun papannya.Dikatakan penghasilan di
pelosok timur tidak terlalu tinggi.Berdasarkan data hingga ke wilayah pedesaan,
pedalaman maupun perkampungan masuk pada kategori yang sangat rendah. Hal ini
dibuktikan dengan hasil perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
perkapita tahun 2005 (tanpa konsentrat) di Papua yang hanya senilai Rp. 6,67
juta dan apabila dibagi rata dengan banyaknya jumlah penduduk, hanya
menghasilkan pendapatan sekitar Rp. 500 ribu per orang per bulannya.
Selama
lebih dari satu dekade, Indonesia telah mencoba memperbaiki sistem
pendidikannya dengan mengalokasikan 20% dari APBN untuk bidang pendidikan.
Terdapat 62 juta siswa dan 3,5 juta guru dan dosen. Sayangnya, angka fantastis
itu gagal menjamin distribusi dan kualitas yang merata di seluruh nusantara.
Sistem
pendidikan di Indonesia bagian Barat secara umum lebih baik dari Indonesia
bagian Timur, seperti Papua. Di Indonesia Timur, masih banyak anak-anak yang
tidak memiliki akses ke sekolah yang baik. Dalam pendidikan pengarahan ataupun
pengajaran dikatakan sudah bagus dan bisa dicerna dengan baik oleh para siswa.
Salah
satu tokoh pengjar pendidikan yang sukarela membantu mengembangkan dan
meningkatkan mutu pendidikan di Pelosok Timur yaitu Mbak Ratih. Perempuan 23
tahun ini langsung memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai corporate
secretary legal officer di GCMednovation, sebuah lembaga pendidikan di Jakarta.
Bahkan, Ratih mengambil cuti kuliah S2 Kenotariatan di Universitas Gadjah Mada
(UGM).
Ratih
memilih bergabung dengan Indonesia Mengajar untuk menjadi tenaga pengajar di
daerah-daerah terpencil di Indonesia. “Akibat saya memutuskan menjadi pengajar
muda, beasiswa S2 saya dicabut oleh perusahaan lama.
Indonesia
Mengajar yang digagas Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, Jakarta,
menempatkan Ratih selama setahun di daerah tersebut. Desember ini adalah bulan
keenam dia menjadi guru di Adaut. “Sejak mendengar cerita teman, saya kepikiran
terus soal pendidikan anak-anak di desa tertinggal. Akhirnya, saya pun
memutuskan untuk ikut,” ujar pengajar muda angkatan kedua Indonesia Mengajar
ini. Indonesia Mengajar yang lahir tahun 2010 lalu memiliki misi ganda.
Pertama, mengisi kekurangan guru berkualitas di daerah yang membutuhkan. Kedua,
menjadi wahana belajar kepemimpinan bagi anak-anak muda terbaik Indonesia agar
tak semata memiliki kompetensi kelas dunia, tetapi juga pemahaman akan
pentingnya sebuah mimpi bagi generasi muda untuk diwujudkan demi terciptanya
bangsa Indonesia yang bisa bersaing dalam semua aspek dengan bangsa lain jika
pendidikan bisa tertata baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan
Pemprov
Papua saat ini telah menerapkan program kinerja berbasis e-government, dengan
demikian dapat mengevaluasi seluruh sistem yang telah dilaksanakan," kata
Lukas Enembe, dalam keterangannya, Sabtu (6/5).
Selama
ini, diakui, hampir sebagian besar masyarakat Papua sangat menginginkan
perbaikan pelayanan publik baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Salah satunya dengan dorongan untuk meningkatkan sumber daya manusia sebagai
pengelolanya.
Menurut
Lukas, kebiasaan dan karakter lama yang selama ini diterapkan dalam
pemerintahan juga harus diubah. Pasalnya kini pemerintah juga dituntut
menerapkan sistem teknologi dalam tata kelola pemerintahan. "Kami harus
mengubah karakter, kembalikan pada sistem teknologi dan informasi pemerintahan
sehingga pelayanan publik dapat terlayani, baik kepada masyarakat maupun dunia
usaha," ujarnya.
Diakui,
selama pelaksanaan otonomi daerah berjalan, sudah banyak perubahan yang terjadi
di Papua. Kondisi tersebut terjadi karena pemerintah pusat telah memberikan
kewenangan kepada pemerintah daerah. jelaskan,
sejak tahun 2016 melalui pendampingan KPK, Provinsi Papua melakukan upaya
pencegahan korupsi, mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa serta
perijinan. Komitmen ini menghasilkan tim kerja yang disebut Gugus Tugas (Task
Force) Reformasi Anggaran Papua (SiAP) dan Pengelolaan Sumber Daya.
“Task
force ini sebelumnya telah menindaklanjuti dan menyelesaikan seluruh
rekomendasi dan rencana aksi, dengan pengembangan aplikasi e-Government
Terintegrasi Provinsi Papua yang dimulai dari pengembangan e-planning dan
e-budgeting (e-PPR dan e-PPA),sebagai aplikasi utama dalam pengembangan
e-government terintegrasi serta e-samsat dan e-perijinan.” katanya.
Sementara
hasil dari pembuatan aplikasi ini, melahirkan integrasi E-planing dan
e-budgeting (e-PPR dan e-PPA) yang mana dalam proses perencanaan dan
penganggaran daerah, telah hadir dokumen perencanaan dan penganggaran yaitu
RKPD dan APBD tahun 2018 dan 2019.
Hal
itu menjadi sejarah bagi provinsi Papua karena pertama kalinya dapat
mengintegrasikan proses perencanaan dan penganggaran daerah sampai dengan
pengadaan barang dan jasa melalui sistem elektronik.
“Bahkan,
implermentasi e-Planning dan e-Budgeting ini telah diapresiasi oleh KPK dan
tahun 2019 ini Provinsi Papua terpilih sebagai salah satu dari 7 Provinsi pilot
project integrasi e-PapuaPuRencana dengan e-Planning SIPD Kementerian Dalam
Negeri,” jelasnya.




