Minggu, 06 September 2020

DARI JENDELA SMA


Suatu cerita dikisahkan cerita kehidupan saya di masa SMA.Saya dibesarkan disebuah desa kecil yang berada didaerah jawa timur tepatnya  berada dikota nganjuk.Hidup saya disana saya alami ada masa yang dimana mengalami suatu kebahagiaan serta kejadian yang tidak membahagiakan.Pada say kecil saya berada dikeluarga yang serba kekurangan yang dimana keluarga saya tinggal disebuah kontrakan sederhana yang dimana pada saat hujan kontrakan atapnya sering bocor.Pekerjaan dari kedua orang tua saya sebagai pengajar honorer di MTS 3 Nganjuk.

            Setelah saya sudah menginjak kelas 2 Sekolah Dasar kehidupan keluarga saya berubah. Ayah dan ibu saya diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan memutuskan pindak tempat kerja.Ayah saya memutuskan untuk mengajar di SMPN 2 Prambon sebagai pengajar mata pelajaran matematika,sementara ibu saya memutuskan untuk mengajar di SMPN 1 Ngronggot mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia.Orang tua saya sebelum menjadi PNS sempat membangun rumah yang proses pengerjaannya sudah selesai yang dibangun sejak saya masih TK dikarenakan ayah dan ibu saya ingin kita semua tinggal ditempat yang lebih layak.Masa-masa SD sudah saya lalui setelah itu saya menginjak SMP dan saya memutuskan untuk ikut ibu saya dengan alasan dari ayah saya supaya disekolah nanti ada yang menjaga saya.

          Saya bersekolah di SMP 1 Ngronggot ini perasaan senang karena disana saya banyak memiliki teman.Saat kelas 1 saya mempunyai banyak prestasi dikelas sempat menjadi peringkat 4 dan 1 dikelas dari semester ganjil dan semester genap pada saat kelas 1 SMP serta dapat peringkat 10 besar seluruh siswa disekolah. Perasaan saya sangat senang dikarenakan bisa memberikan hadiah kepada orang tua atas perjuangannya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada saya.Kehidupan saat di lingkungan pembelajaran tingkat SMP saya lalui dengan lancar dan penuh kebahagiaan yang saya dapat pada saat itu dengan banyak teman-teman yang suka berteman dengan saya serta para guru-guru yang suka dengan perilaku saya selama ini disekolah.Perasaan saya saat itu sangat senang karena disekolah saya saat itu berasa seperti dirumah sendiri bersama keluarga karena disana tidak ada membeda-bedakan asal dan status keluarga semua dianggap sama.

         Pada saat saya sudah menginjak bangku SMA saya tidak mengalami lagi arti kekeluargaan serta tidak ada yang saling membedakan disekolah.Saya sering dicemooh karena dianggap anaknya guru kehidupannya enak dan serba berkecukupan.Saat itu, perasaan saya sedih tidak merasakan lagi sekolah seperti SMP dulu.Akan tetapi,demi keluarga saya tetap tegar menjalaninya.Ada salah satu siswa yang mengejek saya dengan mengatakan “Ayahmu ngajar galak dulu pas SMP”.Saat itu karena kejadian SMP yang dia alami dia sering mengejek saya dengan meneriakan nama orang tua saya ,barang-barang saya sering dipinjam tapi tidak dikembalikan serta sering saya dikerjain sama dia dikelas sehingga menimbulkan yang lain banyak mengikuti tindakan dia yang dia lakukan ke aku.

            Sudah menginjak kelas 2 SMA kehidupan saya disekolah justru lebih parah.Saat itu saya berada di kelas XI IPA 1 saya kira karena kelas IPA teman-teman dikelas senang dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi kepada teman sendiri justru dikelas ini saya kena pembullyan.Pembullyan sendiri tidak jauh beda dengan sebelumnya karena orang tua saya dianggap mampu perekonomiannya serta dianggap aku orangnya terlalu rajin.Selain itu,aku dianggap apa yang say inginkan tidak akan terjadi karena dianggap saya gak pantas mendapatkan apa yang saya inginkan.Perasaan saya saat itu tetap tegar dalam menghadapi bullyan dari teman satu kelas.Sempat karena itu saya banyak gak masuk kelas dengan alasan sakit karena pembullyan tersebut.Sebenarnya dari ibu saya sendiri sudah tahu tentang kejadian yang saya alami selama ini akan tetapi ibu saya tidak menceritakannya kepada saya.

        Saat sudah menginjak kelas 3 SMA ternyata saya satu kelas lagi dengan teman-teman saya sebelumnya yang satu kelas pada saat kelas 11 SMA.Saya mendengar hal itu sedih karena mereka lebih parah dalam membully saya.Saya setiap hari harus membelikan makanan ke kantin kepada mereka yang dimana jika tidak saya penuhi aka nada barang saya yang ada ditas akan hilang dan tidak dikembalikan serta akan diganggu dalam proses pembelajaran dikelas.Akhirnya,mau tidak mau saya menuruti apa yang mereka inginkan dan yang ternyata apa yang mereka omongkan tidak sesuai.Salah satu teman saya yang berada dibelakang saya tempat duduknya sering menganggu saya dalam belajar bahkan teman sebangku saya sering sekali minjam HP saya dan jika beterai HP saya habis maupun paket data saya tinggal dikit baru dikembalikan kepada saya.Saat itu,saya tidak mau lagi membawa HP disekolah.

     Keputusan saya tidak membawa HP justru saya dihina lebih parah dari sebelumnya yang mengatakan “Sekolah itu bawa HP buat belajar masa disekolah tidak bawa HP "CUPU”Kata dari beberapa teman saya yang mengatakan kepada saya. Saat itu, saya perasaannya makin sedih dan bilang dalam hati”Kapan saya cepat lulus SMA”Saya mengatakan seperti ini karena sudah tidak betah berada dikelas tersebut pada saat itu. Teman-teman saya pernah bilang anak mama ke saya karena gak berani keluar malam. Teman-teman saya mengatakan itu kepada saya saat itu karena saya pernah diajak untuk ke café malam hari akan tetapi saya tidak mau menerima tawaran mereka disebabkan saya tahu apa yang akan mereka lakukan kepada saya saat itu yang dimana pasti minta untuk saya yang bayar semua makanan yang mereka pesan, barang-barang saya pasti ada yang minjam dan gak mau dikembalikan sebelum puas makainya sama yang terakhir saya pasti diajak ke café sampai pagi yang tidak tahu nanti saya akan diperlakukan seperti apa oleh mereka.Hal itulah yang menyebabkan saya tidak menerima tawaran mereka untuk pergi ke café malam hari.Waktu perjalanan kelas 12 SMA sudah selesai saya sudah lulus dari bangku SMA dan sudah tidak mengalami pembullyan dikelas karena sudah memiliki jalan masing-masing dalam hidup.

        Setelah sudah lulus di bangku SMA saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah untuk menambah ilmu yang sudah saya punya dari bangku SD sampai SMA.Tujuan saya berkuliah sendiri untuk belajar lagi untuk mempersiapkan diri lebih matang sebelum menuju ke dunia pekerjaan.Saat semester 1 saya sangat senang sekali karena teman-teman saya dikelas sangat terbuka dan menerima saya menjadi temannya.Saya saat itu ambil jurusan Matematika yang dimana sudah lama saya menyukai matematika dan ingin mengembangkan pelajaran yang saya suka itu dalam dunia perkuliahan.Semester awal pembelajaran ternyata diperkuliahan tugas sangat menumpuk dan sering pulang malam.Kesedihan awal saya perkuliahan saya harus berpisah dnegan keluarga dan harus hidup sendiri dan mengatur keuangan sendiri. Awalnya saya sedih hidup sendiri tapi lama-lama saya sudah terbiasa karena sudah beberapa minggu saya pisah dari orang tua.Sampai semester 4 yang sudah saya jalani ini saya jalani dengan hati senang karena sudah menemukan keluarga yang selama ini tidak saya dapatkan pada saat saat saya masih dibangku SMA.

Selasa, 20 Februari 2018



Kisah Prabu Kresna Mungsuh Prabu Mbel Gudewel Beh
 
Adegan 1

 Krena di lapori Wrekudara yen jimat kalimasada ilang, Dalang nyiapake wayang Prabu Kresna, Baladewa, Wrekudara, Setyaki.Dina iku, Kresna isih rembukan bareng baladewa lan Setyaki, banjur ujug-ujug Wrekudara teka lan ora laporan luwih dhisik kaya biasane, pasuryane takon susah lan sumelang.Amarga negara Ngamarta lagi katutup mendhung lan ketaman gerhana, Wrekudara mayur yen negeri Ngamarta lagi jilangan jimat Klaimasada. Kabeh pada kaget yen jimat iku kudu rawat lan di gaja. Wrekudara sedih dheweke ora bisa jaga jimat kalimasada.Prabu Kresna ngamuk karo Wrekudara yen sifate kuwi ora gambarake sifat sing becik (Sinandi Tatalaku) Prabu Kresna bakal nuduh Pituturmaring Adhimas Wrekudara supaya dheweke iling yen aja serakah maneh lan kudu tumindak jejeg.
rem-rem sorote kang hyang arka kaeksi o....
pucak ing haldoka murub yen janmaha
kadi susasmiteng dasih ing sasliring laku o....
lampahing dumadi o....
gilir gumanti o....
duka suka ning grita yekti gegadhangan
pangesahing dhiri titah ing gusti o....
kangen sarwa dumandi o....

Prabu Kresna : "Hyang sangkan paran, duh Gusti ingsun ngaturanken konjung ing ngarsaning Gusti Sang Sangkan Paraning Dumadi, ingsun klentu nyuwun pangapuranipun Prabu Baladewa.
Prabu Baladewa : "ooo walaaahhh, hhmmmm ladalaaahhhh, Prabu Kresna, ana apa Prabu?"
Prabu Kresna : "Kula menika kaget, nora nyono negari jodipati, Adhi kula Repaduka pun Wrekudara."
Prabu Baladewa : "Coba dipundangu rumiyin. Tak sawang-sawang priyantune Wrekudara nandang susah lan bingung uga sedih, wonten perkawis napa, coba dipundangu rumiyin Prabu, menawi wonten ingkah kedah dipunmupakati kalih Wrekudara menika."
Prabu Kresna : "Dhimas Wrekudara, ana apa sajake kok susah kaya bumi katutupan awang-awang sing ireng kaya mendhung."
Wrekudara : "Kakangku Kresna, marang aku nyuwun dadamu, kula mriki tanpo pangertosan rumiyin."
kadangmu warahen den becik
becik hamendhemo baris
baris kang prayitna o........
aywa saranta sang dwarawati (prabu Kresna)
tan iku awak pandawa

Prabu Kresna : "Ana apa?" luputkan kakangku Kresna uga Baladewa."

Wrekudara : "kuladipunutus maring Darma Aji."

Prabu Kresna : "Diutus kaliyan Prabu Puntadewa."

Wrekudara : "Iya kakangku Kresna."

Prabu Kresna : "Ora galem mara dhewe Prabu Puntadewa."
  
Wrekudara : "Rungakno aku tak crita. Kaya awak kecubes kayu ora kanyono kakadeya iki sinambung. Ngamarta anandang kataman gerhana kakangku.*
  
 Prabu Kresna : "Dhimas Wrekudara ana apa iki, apa penggalihmu?"
  
Wrekudara : "Negara ngamarata kali katutub mendhung 

Adegan 2
kang ireng sangat warnane, ana lampu berter ora bakal manjing sinare, kaya kena gerhana ing bumi ngamarta, udan panasora sumbut, perkawis kang abot lan susah, perkawis iku... hikss. hikkss. hisss..."
Prabu Kresna : "Aja susah, aja sumelah Dhimas Wrekudara, mendhung apa sing nutupi negeri ngamarta ayo carita kanda maring kakangmu iku Dhimas?"

Wrekudara : "Gerhana kang nutupi Negeri Ngamarta kakangku, jimat kalimasadabilang, hikss."

Prabu Kresna : "Lolololo... Ia kok bisa ilang? Karepmu piye adhimas?. Duh angka paraning dumadi nyuwung pangapuranmu kango adhiku Wrekudara.

Wrekudara : "Larah-larahe ora cetha kakangku, ora ana kang cidra apa-apa, ilange ora kanyana."

Prabu Baladewa : "E ladalahh. Lha daaaaaahhh, aneh nin ajaib adhiku? Kakang melu bantu intuk apa ora, urun rembuk!."

Wrekudara : "Sumangga kakangku Prabu Baladewa."

Prabu Baladewa : "Aneh tenan iku, jimat juru slamet bisa ilang..ayoo pada mupakat muga isa ketemu ing ridhone Hyang sangkan paran."

Prabu Kresna : "yo..ayo..meneng disik yo. Mupakat bareng-bareng."

Prabu Baladewa : "Apa urunmu Setyaki?"

Dalang nyiapake wayang setaki.

Setyaki : "Kedah dipunudus niku, jimat kang aji, jimat kang dadi juru slamet ing ngamarta."
Prabu Baladewa : "Hum yaa..kudu disijat ngati resik kuwi."

Wrekudara : "Renaku badhe ngrembug, kira kira bisa ketemu ora yo, katon susah?"

Prabu Kresna : "Bisa lan ora gumantung ning awakmu dhewe, ngerti opo ora singtak maksud?"

Wrekudara : "Ora kakangku.."

Prabu Kresna : "Kowe karo pandawa laine kuwi uwis lali lan serakah, beda kaya pandawa biyen, ora duwe tanggung jawab.."

Prabu Baladewa : "Sampun Dhimas Prabu Kresna, aja nesu ambun mbanggel."

Prabu Kresna : "Piya ta, tanggung jawab iki ?"

Wrekudara : "Sampun ta kakangku, susah iki adhimu."

Prabu Kresna :"Kowe bakal tak sikat nganti klimis, atimu gen resik, gen padhang lan apik tumindakmu."

Adegan 3
Negeri Ngamarta digempur karo Prabu Mbel Geduwel Beh
Dalang nyiyapajae wayang Sadewa, Nakula lan Prabu Mbel Gudewel Beh.
Prabu Mbel Gudewel Beh Mara ing Negara Sunyawibawa ketemu Prabu Bondan Sumiran, lan Prabu Lindu Pandhang. Tujuane pingin nglumpuhken pandawa ing Ngamarta lan ngosak-asik Negarane lan bakal digempur.Perjalanan Prabu Mbel Gudewel Beh menyang Negara Ngamarta butuh waktu pitung dina pitung wengi.Tumeka wengi isukna ngobrak-abrik Negara Ngamarta

Prabu Mbel Gudewel : "Oyy...endi kesatriyane ngamarta, tak idak-idake. Aku iki Prabu Mbel Gudewel beh, penguasa jagad."

Nakula : "Ana apa Prabu Mbel Gudewel Beh?"

Prabu Mbel Gudewel : "oo iki taa kesatriane ayo rene!"

Nakula : "Arep lapo kowe?"

Prabu Mbel Gudewel : "Bakal tunduk marang aku iki, tak gempur negaramu!"

Sadewa : "Ora bakal iso kowe ngegemour Ngamarta"

Prabu Mbel Gudewel : "Maju lawan aku kang dadi kasatriyane jagad!"

Dalang ngentokake wayang Janaka

Adegan 4
Bantur Prabu Mbel Geduwel Beh nganuk ing Ngamarta ganti Janaka sing maju ngelawan Orabu Mbel Gudewel Beh kanggo nyelametken Negara Ngamarta.

Janaka : "Ojo kekehan omong kowe Prabu Gembel, ehh salah, Mbel.. Ayo lawan aku!"
Prabu Mel Geduwel : "Wahaaaha ayo,, ojo takut, maju rene!"
Janaka : "Aiiiisssskkk,,,brakk,,,,brakkk !"
(Tarung Janaka vs Prabu Mbel Geduwel Beh)
Prabu Mbel Geduwel : "whahaha a jiakk!"
Janaka : "Brak,, brak !"
Prabu Mbel Geduwel : "Glontang, glonthang .. Yo rame-rame ngadepi aku!"
Prabu Mbel Geduwel Beh berhasil ngegempur Ngamarta


Adegan 5
Kresna dilapuri Gatotkaca, Dalang nyiapken wayang Setyaki, Prabu Kresna, lan Gatotkaca lan payon.
Ora bakal menang wae, Setyaki, Prabu Kresna, lan Gatotkaca uga Baladewa bakal bali nyerang Prabu Mbel Geduwel Beh.

Prabu Kresna : "ooo Setyaki?"

Setyaki : "Sendika dawuh Prabu Kresna?"

Prabu Kresna : "Apa bener iku Gatotkaca? Jal susulen."

Setyaki : "Nun inggih prabu, leresniu Gatotkaca."

Prabu Kresna : "Tuntunen rene kae Gatotkaca."

Setyaki : "Nggih Gusti."

(Setyaki nyusul Gatotkaca lan Gatotkaca nyusul)

Gatotkaca : "Ngaturaken pakurmatan dateng panjenengan Prabu. Wonten dawuh ounapa langsung ing Dwarawati?."

Prabu Kresna : "Lungguho ngger Gatotkaca, tak tampa pakurmatanmu."

Gatotkaca : "Sendika Prabu"

Prabu Kresna : "Gatotkaca, ana apa?"

Gatotkaca : "Prabu Kresna, wonten mriki kula nfaturi mbok bilih Negeri Ngamarta samoun di jur-jur kaliyan Narendra Sunyawibawa ingih Prabu Mbel Gudewek Beh."

Adegan 6
Dalang nyiapken wayang Prabu Baladewa.Kresna ngutus Setyaki, Baladewa, Gatotkaca kanggo ngadepi Prabu Mbel Geduwel Beh

Prabu Kresna : "Pancen kisruh."

Prabu Baladewa : "Pripun adhimas Prabu Kresna?"

Prabu Kresna : "Wrekudara, jan koyono Ngamarta sak iki!."

Wrekudara : "Iki lelakoneng Nagara Ngamarta."

Prabu Kresna : "Wrekudara iki pancen pacobaneng gustih gang karya jagad."

Wrekudara : "Lajeng pripun kakangmas Kresna?"

Prabu Kresna : "duh,, sangkan paraning Dumadi"

Wrekudara : "Kakang Kresna, Prabu Mbel Geduwel Beh kudu di kalahke."

Prabu Kresna : "Wani tenan kowe merntah aku?"

Prabu Baladewa : "Ngamarta iki gumantung ning awakmu, kudu di cek-cek sirahe Prabu Mbel Geduwel Beh.

Gatotkaca : "Prabu!"

Prabu Kresna : "Apa ngger Gatotkaca?"

Gatotkaca : "Kesatriya menikanak wonten musuhe mbiten kabur Prabu!"

Wrekudara : "Nyuwun pamit kakangku, arep tak tugel-tugel bangkekane Prabu Mbel Geduwel Beh."

(Wrekudara Pamitka Tempuran)
Prabu Baladewa : "Setyaki?"

Setyaki : "Sendika dawuh Prabu?"

Prabu Kresna : "Kakang Prabu Baladewa?"

Prabu Baladewa : "Nggih?"

Prabu Kresna : "Gatotkaca ayo, ndang nyusul."

Prabu Baladewa uga Setyaki, lan Gatotkaca pamit lunga ngalahke Prabu Mbel Geduwel Beh!


Adegan 7
Kresna mengutus Setyaki, Baladewa, Gatotkaca kanggo ngadepi Prabu Mbel Geduwel Beh.Dalang nyiapken wayang Setyaki, Baladewa lan Gatotkaca lan Gunungan.

Wrekudara : "Woe Prabu Mbel Geduwel Beh"

Prabu Mbel Geduwel : "Hahahah..Haloo how are you?"

Wrekudara : "Rak usah nena-nene kowe Mbel."

Prabu Mbel Geduwel : "Ana apa? Aku Prabu Mbel Gudewel Beh."

Gatotkaca : "Heh, kowe wani-wanine ngosak-ngasik Ngamarta! Apa sing mbuk jaluk?"

Prabu Mbel Gudewel : "Aku iki kesatria jagar ora iso di kalahke.."
Gatotkaca : "Hah..?"

Prabu Mbel Gudewel : "Apa kuwi?.

Gatotkaca : "Oww ladalah, kesatriya kok blo'onk"

Prabu Mbel Geduwel : "Jeuhh, jaga ya lambemu."

Gatotkaca : "Bakal tak pothel-pothel ndasmu"

Prabu Mbel Geduwel : "Ciakkk..brakk"

Gatotkaca : "Gedetugg .. Gatotkaca kalah"

Prabu Mbel Geduwel : "Hahahh, sokorr"

Banjur Prabu Baladewa maju perangkaro Prabu Mbel Geduwel Beh

Baladewa : "Prabu gembel, tak pothel ndasmu!"

Prabu Mbel Geduwel : "No no ni, aku ora duwe ndas Prabu 

Baladewa... Hiaaa fuck you"

Baladewa : "Aku yo Fuck you Mbel Geduwel Beh!" lawan aku yen kowe bener-bener Ksatrya jagad"

Prabu Mbel Geduwel : "Ora wedi karo dhapurmu 

Baladewa... Brakk,,brakkk!"

(Perang Baladewa akaro Prabu Mbel Geduwel Beh)

Adegan 8
Tatu siji tatu kabeh, kalahe Baladewa karo para kadang sing nglawan Prabu Mbeh Geduwel Beh kango nyelametken Negara Ngamarta saka murkaneng iblis (Geduwel Beh). Prabu Kresna mara ing karang kedumpel sambat arang Semar.

Adegan 9
 Kresna sambat karo Semar lan bisa ngalahke Prabu Mbel Geduwel Beh.Kanggo jaga-jaga marang Prabu Mbel Geduwel Beh, Prabu Kresna lunga menyang karang kedumpel sowang ning omahe Semar uga cerita apa sing lagi di alami Negara Ngamarta kang lagi ketaman Gerhana.

Semar : "O ladalah, Ratu amouh kuwi Dhimas, dudu Ratu sembarang. (kakang Semar kaget pilih Adhine certika kaya ngono).

Prabu Kresna : "Mesti iku kakang, ora sembarangan."
Semar : "Nggih wus nak ngono, ayo padasi susul sing liyane"

Prabu Kresna : "Nggih kakang Semar."

Kakang semar karo Prabu Kresna nyusul liyane

Prabu Mbel Geduwel Beh : "walahh..Ratune Dwarawati teka.hahahah."

Prabu Kresna : "Ana apa kowe Ratu Anyar sing wis ngosak-ngasik Ngamarta?"

Prabu Mbek Geduwel Beh : "Aku arep noklek-noklek thengel Ratu Dwarawati, tak kalahke kowe banjur tak kuawasi Negaramu. Ayo maju nak kowe wedi..hahaha"
Bantuan saka Semar Prabu Mbel Geduwel Beh kalah, akhire mijileng ketentraman Negara Ngamarta jumeneng nata.

Kamis, 18 Januari 2018



LISTRIK MATI
Dening : E.J.Sahputri
Babak 1
PLN niyate nglayani masyarakat apa malah ngrusak bandha elektronike rakyat?Wong dibayar negara mben wulan kok mergawene ora ngenah.warsito getihe umub.Pasale nggone ngliwit sego neng riskuker mau ora mateng-mateng merga listrike bola-bali mati
Warsito : (Arep ngeprin listrik mati,data durung nganti disimpen.Listrik urip maneh datane ora biso direcover,ora biso dibukak alias file bubar)
Marjo : (Kait wingi listrik bolak-balik mati,nek mbayar telat wae dide
              ndo)
          Kopi Nasgithel,sur.
Sur : Iyo kang.Goro-goro listrik mati pegawehanku cotho
          (Karo nyuguhne kopi)
Marja : Karep PLN ki piye leh?awan bengi listrike dhiluk-dhiluk mati?
          (takone mangkel)
Warsito : Ora mudeng aku Ja,wingi awan pas aku neng juana,ujug-
                   ujug yo mati.rakyat dienggo dolanan.
Sur : Lha ngono iku lak mateni pangane pengusaha warnet lan rental
          lo?
          Sak remang-remange sunar teplok sing cuman thel neng gedheg,katon regemeng-regemeng ayang-ayang,sing teko iku bek sarini.
Bak sarini : Jangan sewu Sur!’’
                   (kandahe karo ngulungne manci yu sukar dhek bengi
                   Kelangan wedus kang.’’
Sur,Warsitan,Marja : ‘’Lho,kok iso?!
                                      (Saute wong telu meh bebarengan)
Marja : Mbek sukar omah wetane rondhan iku?Mosok kemaringan?
             (marjan nggumun)
Bek Sarini : Omah gedheg gampang bobolane,jan sasaran ngglomuk.
Marjan : Iya iyaa,neng  dhak usah pamer untu ngono iku..’’
Bek Sarini : Yo enek,Kang
Bek Sur : ‘’Lha kok cepet men olehe krungu?’’
Pak carik : Ana apa lek pajar-pajar kok wis ribut?’’
Warsito : Listrike mati marahi cotho,Pak.
Pak Carik : Dhek wingi aku wis ngebel PLN,Jare lagi ana `perbaikan
                   Mulane listrik mota-mati
Warsito : Apa ora ana cara liyo saliyane dheluk-dheluk mati ngene
                   Iki?
Marja : Arep nyang ndi,Lik Din?’’
Saridin : (Mandeg,dheleg-dheleg)
               ‘’Wong dhuwe duwet nggo tuku beras ae kurang,malah
                 butuh  tuku lengo gas nggo ngisi ublik.nasipe anakku sesok  piye?
Marja : Yo ra usah tuku lengo gas nek dhuwe duwet?
Saridin : Sesok anakku ana ulangan sejarah.anakku nangis.
Marja : (Nutugne laku,udokoro 10 meteran,keprungu suworo guyon
              pating cekikian neng rondhon)
              padha ana banyolan apa?
Cah-cah nom : ‘’Rahasia!!!!”
Marja : La iya,listrik mati iku ancen kesempatan emas kanggo para     maling.
Cah-cah Nom : Ayo!dibuktekna!
Marja : Mboktekna apa?
Cah-cah Nom : Maling-maling!!!
                         (guyune kenceng-kenceng)
Warsita : Ampun-ampun Gustiiii untung listrik mati!!
                   (Warsita menggeh-menggeh ngelus-elus dhadone )
 

Jumat, 18 November 2016

modul pelajaran dan rumus Matematika SMA mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII.

Berikut ini saya postingkan
Hasil gambar untuk belajar matematika sma
 
Modul ini disusun sedemikian rupa, mulai dari materi dan rumus-rumus singkat matematika SMA, latihan soal beserta pembahasan dengan metode biasa dan metode cepat (smart solutions) matematika, dan soal uji kompetensi untuk mengukur tingkat keberhasilan anda dalam belajar tentang bab yang sedang dipelajari. 
Seringnya masalah yang terjadi pada siswa SMA dalam menyelesaikan soal-soal matematika SMA adalah bukan karena tidak tahu rumusnya melainkan karena kurangnya waktu dalam menyelesaikan soal tersebut. Untuk menjembatani hal itu maka saya berinisiatif menyusun modul dan ringkasan rumus matematika SMA ini untuk membantu dan membiasakan siswa menyelesaikan soal Matematika SMA dengan lebih cepat dan efektif.Silahkan di download.
  1. Bentuk Pangkat dan Akar 
  2. Sistem Persamaaan Linier 
  3. Persamaan dan Fungsi Kuadrat  
  4. Pertidaksamaan  
  5. Logika Matematika  
  6. Trigonometri  
  7. Dimensi Tiga  
  8. Statistika 
  9. Peluang  
  10. Komposisi Fungsi dan Fungsi Invers  
  11. Limit Fungsi  
  12. Turunan  
  13. Program Linier  
  14. Matriks  
  15. Barisan dan Deret
INILAH MATERI PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X-XII
Kumpulan rumus matematika SMA
Modul di atas saya susun dengan dasar pemikiran bahwa salah satu hambatan dalam pembelajaran matematika adalah banyak siswa yang tidak tertarik pada matematika itu sendiri. Dengan adanya motivasi yang baik, siswa akan lebih mudah dan senang belajar matematika. Nah, di dalam modul tersebut sudah saya cantumkan rumus singkat matematika SMA beserta cara-cara singkat dalam mengerjakan soal-soal matematika SMA--yang biasanya menjadi 'yang paling dicari' oleh para siswa.
Selanjutnya tentang anggapan umum bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sukar dan menjemukan, harus secara sistematis dihilangkan dengan jalan meramu pembelajaran matematika dengan strategi yang variatif, di antaranya ditunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dilangsungkan di luar kelas (outdoor mathematics) atau dapat berupa teka‐teki maupun permainan sehingga kita dapat berekreasi dengan matematika.

Kisah Persahabatan yang Berakhir Tragis

Dulu kita selalu bersama-sama, menghabiskan waktu bersama. Kita selalu lupa waktu jika sedang bersama. Kadang itu yang membuat Ibuku tak su...