Minggu, 06 September 2020

DARI JENDELA SMA


Suatu cerita dikisahkan cerita kehidupan saya di masa SMA.Saya dibesarkan disebuah desa kecil yang berada didaerah jawa timur tepatnya  berada dikota nganjuk.Hidup saya disana saya alami ada masa yang dimana mengalami suatu kebahagiaan serta kejadian yang tidak membahagiakan.Pada say kecil saya berada dikeluarga yang serba kekurangan yang dimana keluarga saya tinggal disebuah kontrakan sederhana yang dimana pada saat hujan kontrakan atapnya sering bocor.Pekerjaan dari kedua orang tua saya sebagai pengajar honorer di MTS 3 Nganjuk.

            Setelah saya sudah menginjak kelas 2 Sekolah Dasar kehidupan keluarga saya berubah. Ayah dan ibu saya diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan memutuskan pindak tempat kerja.Ayah saya memutuskan untuk mengajar di SMPN 2 Prambon sebagai pengajar mata pelajaran matematika,sementara ibu saya memutuskan untuk mengajar di SMPN 1 Ngronggot mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia.Orang tua saya sebelum menjadi PNS sempat membangun rumah yang proses pengerjaannya sudah selesai yang dibangun sejak saya masih TK dikarenakan ayah dan ibu saya ingin kita semua tinggal ditempat yang lebih layak.Masa-masa SD sudah saya lalui setelah itu saya menginjak SMP dan saya memutuskan untuk ikut ibu saya dengan alasan dari ayah saya supaya disekolah nanti ada yang menjaga saya.

          Saya bersekolah di SMP 1 Ngronggot ini perasaan senang karena disana saya banyak memiliki teman.Saat kelas 1 saya mempunyai banyak prestasi dikelas sempat menjadi peringkat 4 dan 1 dikelas dari semester ganjil dan semester genap pada saat kelas 1 SMP serta dapat peringkat 10 besar seluruh siswa disekolah. Perasaan saya sangat senang dikarenakan bisa memberikan hadiah kepada orang tua atas perjuangannya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada saya.Kehidupan saat di lingkungan pembelajaran tingkat SMP saya lalui dengan lancar dan penuh kebahagiaan yang saya dapat pada saat itu dengan banyak teman-teman yang suka berteman dengan saya serta para guru-guru yang suka dengan perilaku saya selama ini disekolah.Perasaan saya saat itu sangat senang karena disekolah saya saat itu berasa seperti dirumah sendiri bersama keluarga karena disana tidak ada membeda-bedakan asal dan status keluarga semua dianggap sama.

         Pada saat saya sudah menginjak bangku SMA saya tidak mengalami lagi arti kekeluargaan serta tidak ada yang saling membedakan disekolah.Saya sering dicemooh karena dianggap anaknya guru kehidupannya enak dan serba berkecukupan.Saat itu, perasaan saya sedih tidak merasakan lagi sekolah seperti SMP dulu.Akan tetapi,demi keluarga saya tetap tegar menjalaninya.Ada salah satu siswa yang mengejek saya dengan mengatakan “Ayahmu ngajar galak dulu pas SMP”.Saat itu karena kejadian SMP yang dia alami dia sering mengejek saya dengan meneriakan nama orang tua saya ,barang-barang saya sering dipinjam tapi tidak dikembalikan serta sering saya dikerjain sama dia dikelas sehingga menimbulkan yang lain banyak mengikuti tindakan dia yang dia lakukan ke aku.

            Sudah menginjak kelas 2 SMA kehidupan saya disekolah justru lebih parah.Saat itu saya berada di kelas XI IPA 1 saya kira karena kelas IPA teman-teman dikelas senang dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi kepada teman sendiri justru dikelas ini saya kena pembullyan.Pembullyan sendiri tidak jauh beda dengan sebelumnya karena orang tua saya dianggap mampu perekonomiannya serta dianggap aku orangnya terlalu rajin.Selain itu,aku dianggap apa yang say inginkan tidak akan terjadi karena dianggap saya gak pantas mendapatkan apa yang saya inginkan.Perasaan saya saat itu tetap tegar dalam menghadapi bullyan dari teman satu kelas.Sempat karena itu saya banyak gak masuk kelas dengan alasan sakit karena pembullyan tersebut.Sebenarnya dari ibu saya sendiri sudah tahu tentang kejadian yang saya alami selama ini akan tetapi ibu saya tidak menceritakannya kepada saya.

        Saat sudah menginjak kelas 3 SMA ternyata saya satu kelas lagi dengan teman-teman saya sebelumnya yang satu kelas pada saat kelas 11 SMA.Saya mendengar hal itu sedih karena mereka lebih parah dalam membully saya.Saya setiap hari harus membelikan makanan ke kantin kepada mereka yang dimana jika tidak saya penuhi aka nada barang saya yang ada ditas akan hilang dan tidak dikembalikan serta akan diganggu dalam proses pembelajaran dikelas.Akhirnya,mau tidak mau saya menuruti apa yang mereka inginkan dan yang ternyata apa yang mereka omongkan tidak sesuai.Salah satu teman saya yang berada dibelakang saya tempat duduknya sering menganggu saya dalam belajar bahkan teman sebangku saya sering sekali minjam HP saya dan jika beterai HP saya habis maupun paket data saya tinggal dikit baru dikembalikan kepada saya.Saat itu,saya tidak mau lagi membawa HP disekolah.

     Keputusan saya tidak membawa HP justru saya dihina lebih parah dari sebelumnya yang mengatakan “Sekolah itu bawa HP buat belajar masa disekolah tidak bawa HP "CUPU”Kata dari beberapa teman saya yang mengatakan kepada saya. Saat itu, saya perasaannya makin sedih dan bilang dalam hati”Kapan saya cepat lulus SMA”Saya mengatakan seperti ini karena sudah tidak betah berada dikelas tersebut pada saat itu. Teman-teman saya pernah bilang anak mama ke saya karena gak berani keluar malam. Teman-teman saya mengatakan itu kepada saya saat itu karena saya pernah diajak untuk ke café malam hari akan tetapi saya tidak mau menerima tawaran mereka disebabkan saya tahu apa yang akan mereka lakukan kepada saya saat itu yang dimana pasti minta untuk saya yang bayar semua makanan yang mereka pesan, barang-barang saya pasti ada yang minjam dan gak mau dikembalikan sebelum puas makainya sama yang terakhir saya pasti diajak ke café sampai pagi yang tidak tahu nanti saya akan diperlakukan seperti apa oleh mereka.Hal itulah yang menyebabkan saya tidak menerima tawaran mereka untuk pergi ke café malam hari.Waktu perjalanan kelas 12 SMA sudah selesai saya sudah lulus dari bangku SMA dan sudah tidak mengalami pembullyan dikelas karena sudah memiliki jalan masing-masing dalam hidup.

        Setelah sudah lulus di bangku SMA saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah untuk menambah ilmu yang sudah saya punya dari bangku SD sampai SMA.Tujuan saya berkuliah sendiri untuk belajar lagi untuk mempersiapkan diri lebih matang sebelum menuju ke dunia pekerjaan.Saat semester 1 saya sangat senang sekali karena teman-teman saya dikelas sangat terbuka dan menerima saya menjadi temannya.Saya saat itu ambil jurusan Matematika yang dimana sudah lama saya menyukai matematika dan ingin mengembangkan pelajaran yang saya suka itu dalam dunia perkuliahan.Semester awal pembelajaran ternyata diperkuliahan tugas sangat menumpuk dan sering pulang malam.Kesedihan awal saya perkuliahan saya harus berpisah dnegan keluarga dan harus hidup sendiri dan mengatur keuangan sendiri. Awalnya saya sedih hidup sendiri tapi lama-lama saya sudah terbiasa karena sudah beberapa minggu saya pisah dari orang tua.Sampai semester 4 yang sudah saya jalani ini saya jalani dengan hati senang karena sudah menemukan keluarga yang selama ini tidak saya dapatkan pada saat saat saya masih dibangku SMA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Persahabatan yang Berakhir Tragis

Dulu kita selalu bersama-sama, menghabiskan waktu bersama. Kita selalu lupa waktu jika sedang bersama. Kadang itu yang membuat Ibuku tak su...