INDAHNYA BANGSA INDONESIA
Di negara Indonesia ini
terdapat banyak sekali baik keberagaman mauppun kemajemukan antar
masyarakat.Berikut akan dijabarkan keberagaman dan kemajemukan.
Keberagaman Budaya
Berdasarkan Ekosistem
Keanekaragaman budaya
yang berkembang di Indonesia dapat dibagi menjadi dua tipe berdasarkan
ekosistemnya yaitu Kebudayaan Indonesia Dalam dan Kebudayaan Indonesia Luar,
1.
Kebudayaan
Indonesia Dalam
Deerah
Jawa da Bali adalah daerah dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia
Dalam. Hal ini ditandai oleh tingginya intensitas pengolahan tanah secara
teratur menggunakan sistem perairan dan menghasilkan padi yang ditanam di
sawah. Sehingga daerah Jawa mewujudkan upaya manusia dalam mengubah
ekosistemnya untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan tenaga kerja
manusia dalam jumlah besar disertai peralatan yang relatif lebih kompleks.
2.
Kebudayaan
Indonesia Luar
Kecuali
di sekitar Danau Toba, dataran tinggi Sumatera Barat dan Sulawesi Barat Daya
yang berkembang atas dasar pertanian perladangan, di luar Pulau Jawa dan Bali
merupakan kebudayaan yang berkembang di Indonesia Luar. Ekosistem di daerah ini
ditandai dengan jarangnya penduduk yang pada umumnya baru beranjak dari
kebiasaan hidup berburu ke arah bertani. Sehingga untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, mereka melakukan migrasi ke daerah lain dengan
cenderung menyesuaikan diri dengan ekosistem yang ada. Sistem kebudayaan
masyarakat yang berkembang di daerah ini adalah kebudayaan masyarakat pantai
yang diwarnai kebudayaan alam pesisir, kebudayaan masyarakat peladang, dan
kehidupan masyarakat berburu yang masih sering berpindah tempat. Selain
ekosistemnya, Indonesia juga memiliki kemajemukan lainnya yang memperkaya
budaya Indonesia seperti agama, ras, bahasa dan adat istiadat.
Kemajemukan
Masyarakat Indonesia
Dalam
kemajemukan masyarakat Indonesia dilihat dari struktur sosial masyarakat
Indonesia yang beraneka ragam.
1.
Kemajemukan
berdasarkan Agama
Keragaman
agama teridentifikasi dengan melihat daerah-daerah tertentu seperti suku bangsa
Aceh yang tinggal di Sumatera, mayoritas beragama Islam, suku Batak yang
tinggal di Sumatera Utara mayoritas beragama Kristen. Selain itu, ada juga suku
Jawa, Sunda dan Betawi yang menetap di Jawa, mayoritas beragama Islam dan
mereka yang suku Bali sebagian besar memeluk agama Hindu. Di sisi lain,
keragaman agama di Indonesia terlihat dari beberapa suku yang masih
mempertahankan dan melakukan praktik religi dan kepercayaannya, biasanya
terjadi di masyarakat pedalaman seperti suku Dayak di Kalimantan yang masih
melakukan ritual-ritual animisme dan dinamisme warisan.
2.
Kemajemukan
berdasarkan Bahasa
Dalam
bangsa Indonesia memiliki 300 suku yang berbicara 250 bahasa seperti di Jawa,
suku Suda berbicara menggunakan bahasa Sunda. Jawa Tengan dan Jawa Timur
berbicara dengan bahasa Jawa. Suku Madura di Pulau Madura berbicara menggunakan
bahasa Madura. Selain itu, di Sumatera setiap etnik berbicara menggunakan
bahasa daerahnya masing-masing. Misalnya suku bangsa Melayu yang terdiri atas
suku bangsa Aceh, Batak, dan Melayu, berbicara memakai bahasa daerahnya
masing-masing. Keragaman bahasa Indonesia tidak hanya sampai di situ saja,
karena ada ragam bahasa khusus yang digunakan oleh masyarakat dari pedalaman di
Indonesia. Salah satunya, menurut Raymond Gordon, di Provinsi Papua terdapat
271 buah bahasa. Bahasa terbesar yang dipakai di Papua adalah bahasa Biak
Numfor, sedangkan jumlah pemakai bahasa terkecil adalah bahasa Woria.
3.
Kemajemukan berdasarkan Ras dan Etnik
Beragam
ras dan etnik sudah terwujud saat zaman praaksara oleh masyarakat awal yang
datang di Kepulauan Indonesia. Ras-ras yang datang tersebut yang saat ini
berkumpul dan membentuk menjadi berbagai suku bangsa yang tersebar di
Indonesia. Ras yang pertama kali ada adalah ras Austrolois yaitu sekitar 20.000
tahun yang lalu di mana masyarakatnya sebagian bermigrasi di Australia dan
sisanya hidup di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Selanjutnya, disusul oleh ras
Melanosoid Negroid dan terakhir ras Melayu Mongoloid pada zaman Neolithikum dan
Logam. Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras
Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar
dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia.
4.
Kemajemukan
berdasarkan Budaya dan Adat Istiadat