Menentukan prioritas antara pekerjaan dan kehidupan bukanlah perkara mudah. Namun yang perlu diperhatikan adalah sesibuk
apapun Anda bekerja, harus tetap memikirkan kehidupan pribadi.
Jangan
sampai kesibukan justru membuat Anda tidak memiliki waktu untuk diri
Anda sendiri. Menyeimbangkan antara kehidupan kerja dengan kehidupan
pribadi disebut dengan work-life balance.
Pentingnya
menjaga keseimbangan hidup tak hanya untuk Anda yang bekerja untuk
sebuah perusahaan. Pada kenyataannya kesibukan dalam bekerja jauh lebih
dirasakan oleh mereka yang masih merintis usaha hingga mereka yang
memiliki profesi sebagai freelancer atau pekerja lepas.
Mereka
sering kali terjebak dengan manajemen waktu yang tak seimbang. Sehingga
tidak bisa memisahkan mana kehidupan pribadi dan mana kehidupan
pekerjaan. Lalu, bagaimana caranya agar hidup bisa seimbang? Berikut
cara mudah yang bisa dilakukan
agar antara kehidupan pribadi dan pekerjaan seimbang
1. Miliki waktu untuk bersantai
Jangankan
manusia, mesin pun butuh waktu sejenak untuk tidak digunakan
beroperasi. Begitu juga dengan tubuh Anda, juga butuh yang namanya
santai sejenak untuk memulihkan energi.
Tentu saja, baik mesin
maupun tubuh kita, jika terlalu dipaksakan untuk terus melakukan
pekerjaan, maka bukan tidak mungkin akibatnya sangat fatal. Jika sebuah
mesin, mungkin akan rusak dan tak berfungsi lagi.
Begitu juga
badan, bisa saja daya tahan tubuh terus melemah dan akhirnya jatuh
sakit. Kalau sudah begitu, bukannya bisa cepat menyelesaikan pekerjaan
dan menikmati hasilnya, tapi justru jatuh sakit dan banyak hal akan
terbengkalai.
2. Lakukan yang terbaik, bukan terlalu perfeksionis
Salah
satu penyebab work-life balance Anda tak terjaga dengan baik adalah
kebiasaan perfeksionis. Sebenarnyaa menjadi seseorang dengan sifat
perfeksionis bukanlah hal buruk karena berusaha memberikan yang terbaik
untuk perusahaan.
Melakukan sesuatu secara maksimal memang sudah
jadi keharusan. Tapi bukan berarti secara berlebihan atau melakukan
segala sesuatunya secara sempurna. Anda harus bisa memilah-milah apa
yang harus dan tidak perlu dilakukan secara perfeksionis.
Mulailah
untuk menjadi sosok yang mengerjakan sesuatu dengan baik tanpa harus
membuatnya menjadi sesempurna mungkin. Sedikit kesalahan adalah sebuah
hal yang wajar karena terkadang tidak semuanya akan selalu sesuai
rencana.
Dengan mengurangi sifat perfeksionis, Anda pun dapat mencoba menjadi
pribadi yang lebih berdamai dengan diri Anda sendiri tanpa terbebani
hal-hal kecil yang sering kali menjadi masalah.
3. Tak perlu selalu siap sedia, sesekali beranilah mengatakan tidak
Alasan
selanjutnya yang membuat work-life balance Anda menjadi terganggu
adalah terlalu sulit mengatakan tidak pada orang lain. Imbasnya diri
Anda sendiri justru kelelahan karena harus memenuhi semua keinginan
orang lain.
Sebelum Anda menentukan jawaban atas permintaan teman
atau orang lain, tetaplah ingat bahwa prioritas utama Anda adalah
pekerjaan yang Anda miliki. Begitu juga sebaliknya, tidak semua
pekerjaan itu bisa dibebankan pada Anda.
Tak perlu menjadi orang
yang selalu siap sedia siapapun yang meminta, baik di lingkungan kerja
maupun teman dan keluarga. Ada kalanya Anda harus bisa mengukur
kesanggupan diri untuk melakukan sesuatu hal.
4. Hindari menunda pekerjaan dan tetap fokus
Kebiasaan selanjutnya yang dapat memengaruhi work-life balance adalah dengan selalu
menunda-nunda pekerjaan dan sering kali tidak fokus dengan apa yang dilakukan. Hal
tersebut dapat berakibat menumpuknya pekerjaan dan mengganggu waktu lain yang Anda miliki.
Terlebih
jika Anda memiliki kebiasaan menyelesaikan pekerjaan di saat
waktu-waktu terakhir yang akan berimbas pada risiko lebih fatal. Tentu
saja Anda pun tak akan mendapatkan work-life balance.
Oleh
karena itu selesaikan tugas di awal waktu, sehingga Anda memiliki waku
yang cukup banyak guna menyelaraskan antara pekerjaan dan waktu untuk
pribadi.
5. Hindari membawa pekerjaan ke rumah
Selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk menjaga work-life balance adalah dengan
menghindari membawa pekerjaan ke rumah. Jika Anda membawa pekerjaan ke rumah,
mengindikasikan bahwa Anda bekerja tidak secara efisien.
Namun
jika Anda telah bekerja secara efisien dan pekerjaan selalu tidak
selesai tepat waktu, hal tersebut pun dapat mengindikasikan bahwa
pekerjaan yang diberikan melebihi kapasitas Anda.
Cara untuk
mengatasi hal ini adalah dengan memaksimalkan waktu yang Anda miliki di
kantor dan menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan pekerjaan
di tempat kerja. Anda bisa menyampaikan kepada atasan bahwa apa yang
telah ditugaskan ke Anda tidak sesuai alias melebihi kapasitas yang
semestinya. Jadi, hindari membawa pekerjaan ke rumah yang dapat
berakibat fatal pada keseimbangan hidup Anda.
6. Kurangi penggunaan gadget dan media sosial
Kemajuan teknologi informasi saat ini membuat waktu bekerja dan kehidupan pribadi
menjadi lebih cepat dan dinamis. Saat ini dengan menggunakan smartphone Anda bisa
mengirimkan email serta membalasnya saat itu juga.
Bahkan, saat ini dengan menggunakan aplikasi chat pun, membahas pekerjaan dapat
dilakukan
kapan pun dan dimana pun Anda berada dengan mudah. Di lain sisi hal ini
dapat memberikan dampak positif sekaligus negatif, karena bisa saja
kehidupan pribadi Anda menjadi terganggu.
Kualitas tidur, waktu
dengan keluarga, hingga hari libur Anda pun bukan lagi menjadi waktu
untuk beristirahat, tapi justru menjadi waktu untuk tetap memantau
pekerjaan. Oleh karena itu cobalah untuk mengurangi penggunaan gadget
serta media sosial dan fokus dengan diri Anda serta keluarga.
7. Memahami pentingnya membatasi diri
Belajarlah untuk memahami pentingnya membatasi diri dengan cara yang sederhana.
Contohnya, membatasi waktu kerja yang sering kali overtime (lembur). Hal tersebut
diperburuk
dengan dinamisme kehidupan kantor yang saat ini banyak memunculkan
budaya pekerjaan baru yakni waktu yang lebih fleksibel.
Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu mengatur waktu yang ada, sehingga
jumlah jam kerja yang Anda keluarkan pun tak menyiksa diri sendiri. Jika
Anda bekerja dari jam 9 pagi misalnya, cobalah untuk menentukan batasan
jam berapa Anda harus sudah pulang, terkecuali memang sedang dihadapkan
dengan project yang tidak dapat ditinggalkan.
Mulai sayangi diri dan katakan tidak untuk urusan yang tak penting
Mulailah
menyayangi diri Anda sendiri dan jangan ragu mengatakan tidak untuk
urusan yang lebih banyak merugikan waktu istirahat Anda. Bisa jadi saat
ini Anda tak mudah lelah lantaran umur yang masih muda.
Tapi ingat, saat Anda sudah memasuki usia kepala tiga, Anda akan lebih mencari waktu untuk banyak istirahat lantaran badan lebih mudah lelah. Sayangi diri dengan menyeimbangkan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar